Emosi Istri Tabok Anak, Suami Nekat Lapor Polisi. Nah lho...?

Emosi Istri Tabok Anak, Suami Nekat Lapor Polisi. Nah lho...?
MEDAN, POC- Retaknya rumah tangga suami istri sering mengakibatkan anak menjadi korban. Salah satunya yang dialami BPR (10). Hanya karena tidak mau diajak pulang oleh ibunya BPPS (38), anak ini ditabok ibunya didepan teman-teman sekolahnya. Akibatnya, bocah laki-laki ini menjadi syok dan trauma.

Tak terima penganiayaan yang dilakukan istrinya, Sumurung Rajagukguk melaporkan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu ke Polrestabes Medan dengan Nomor : STPL/1934/K/IX/2017/SPKT Restabes Medan, Senin (25/9/2017).

Sumurung membeberkan, penganiayaan itu terjadi di Jalan Setia Baru, Kecamatan Medan Baru, tepatnya di halaman sekolah BPR. "Mamanya datang ke sekolah pada jam pulang sekolah dan mengajak BPR bicara, tapi dia diam saja. Lalu mamanya mengajak anaknya ikut dia. Tapi karena nolak, langsung ditamparnya," terangnya.

Peristiwa itu dilaporkan BPR ke ayahnya setelah tiba di rumah. "BPR menelepon saya dan menceritakan kalau dia ditampar mamanya, karena tak mau ikut dengannya. Begitu dapat kabar itu, saya langsung pulang ke rumah," tambahnya.

Menurutnya, bukan sekali itu saja perlakuan kasar istrinya terhadap anak mereka. Sebelumnya, BPR juga pernah disiram air dan dilempar gelas, saat mau menjemput adiknya yang tinggal bersama ibunya di rumah ompung (nenek) mereka.

Menilai perlakuan kasar istrinya sudah tak bisa ditolerir lagi, Sumurung membawa anak ketiga dari empat bersaudara itu ke Polresta Medan dan melaporkan peristiwa itu. Usai melapor, BPR dibawa ke rumah sakit guna perawatan dan visum.

Sumurung mengakui, rumah tangganya sedang bermasalah. Karena tak ada kecocokan lagi, sejak Mei lalu, dia dan istrinya pisah rumah. Namun empat anaknya tinggal bersama Sumurung sedangkan istrinya pulang ke rumah orangtuanya. Sumurung menilai istrinya tak suka BPR, karena hanya BPR yang suka blak-blakan memprotes ibunya jika berbuat salah.

Ditanyakan adakah orang ketiga dalam rumah tangga mereka, Sumurung enggan berkomentar. "Kelakuannya sudah tak bisa ditolerir lagi, dia juga kasar sama anak-anak. Saya berharap kasus ini segera diproses hukum," harap Sumurung seraya menambahkan, pasca penganiayaan yang dialami BPR membuatnya trauma.

Sementara Mona yang dikonfirmasi wartawan, membantah tudingan terhadap dirinya. "Saya tak ada menampar, saya cuma menyentuh pipinya,'' bilang Mona, Selasa lalu.

Lanjut dikatakannya, sudah sebulan dia tak bertemu dengan BPR, karena itu dia rindu dan menyambangi putranya ke sekolahnya. Namun saat bertemu, BPR sama sekali tak ingin melihatnya. "Saya hanya memegang pipinya karena dia tak mau melihat saya. Saya tak menampar. Saya tak takut dilaporkan ke polisi, itu anak saya, saya yang mengandungnya,''bilang Mona. (maria)