Trisna : "Pulanglah nak, jangan buat ibu khawatir"

Trisna : "Pulanglah nak, jangan buat ibu khawatir"
MEDAN, POC- Pasca menghilang anaknya, ND (16) yang dibawa kabur oleh kekasihnya, AP (20) seorang mahasiswa diperguruan tinggi swasta, ibu korban Trisna Diyanti (47) kerap menangis mengkhawatirkan keselamatan anaknya.

"Pulanglah nak, jangan buat ibu khawatir. Karenamu ibu jadi susah begini," rintih ibu ND, Trisna Dayanti saat ditemui wartawan pewartaonline.com, Jumat (28/7/2017).

Dengan berlinangan air mata, Trisna menceritakan, pasca suaminya tidak meninggalkan mereka, perekonomian mereka menjadi terpuruk, semenjak itu anaknya tersebut putus sekolah.

"Bapaknya tidak lagi menafkahi kami, jadi sudah setahun ini kami menumpang bersama kakaknya yang sudah menikah," ceritanya sambil terus menetesan air mata.

Trisna berharap agar pelaku (AP) segera mngembalikan anaknya. "Dialah harapan saya, ND anak paling kecil dari 3 bersaudara," jelasnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Trisna Diyanti (47) warga Jalan Eka Bakti, Medan Johor sedih bukan kepalang. Pasalnya, ND (16) anaknya yang baru gede (ABG) dibawa kabur pacarnya, AP (20) hingga 2 bulan lamanya, Kamis (27/7/2017).

Menurut informasi, kejadian pertama sekali diketahui oleh kakak korban, Maya yang curiga dengan tingkah adiknya yang keluar rumah tanpa permisi. Merasa aneh, ia pun memeriksa lemari pakaian adiknya. Terlihat isi lemari adiknya telah kosong. Sontak kejadian ini membuat seluruh rumah panik. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, orang tua korban pun melaporkan kasus ini ke Poldasu dan kemudian dilimpahkan ke Polrestabes Medan.

"Kejadiannya itu Rabu (31/5/2017), namun hingga sekarang anak saya belum pulang," ujar ibu korban, Trisna Diyanti sambil menangis, Kamis (27/7/2017).

Trisna bercerita bahwa anaknya dibawa kabur oleh pacarnya yang masih berstatus mahasiswa di perguruan tinggi swasta.

"Anak saya dibawa kabur pacarnya, AP (20) karena saya larang berhubungan lagi, soalnya semenjak mereka berpacaran, anak saya jadi bandel dan suka melawan," ucapnya.

Ia berharap pelaku segera mengantar anaknya pulang kerumah dikarenakan ia sangat merindukan anaknya.

"Saya tidak terima dengan perlakuan pelaku. Saya takut terjadi hal yang tidak diinginkan menimpa anaknya, saya berharap anak saya segera pulang," harapnya masih meneteskan air mata.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah meminta wartawn untuk mengkonfirmasi penyidik. "Kordinasi saja sama penyidik," ujarnya. (Rom)