Terlalu!!! 4 Bulan Uang Tunjangan Pegawai ASN Dishub Sumut "Menghilang"

Terlalu!!! 4 Bulan Uang Tunjangan Pegawai ASN Dishub Sumut "Menghilang"

MEDAN, POC- Kembali ratusan aparatur sipil negara (ASN) menggeruduk Kantor Dinas Perhubungan Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (17/7/2017). Pasalnya mereka memprotes atas hilangnya tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) sebesar Rp 3 Juta yang selama ini diterima setiap bulannya.


Dari keterangan pegawai ASN, diketahui bahwa sekitar 400 pegawai tidak diberikan haknya sejak Januari 2017 kemarin.


"Sudah empat bulan tunjangan kami tidak diberikan. Perbulannya itu, tunjangan kami yang harus dibayar sebesar Rp 3 juta," beber Muchsin seorang ASN dengan nada emosi


Salah seorang pegawai ASN, Muchsin yang juga mantan ajudan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sumut mengatakan bahwa total tunjangan yang belum dibayar per orangnya mencapai Rp12 juta. Itupun tergantung golongan jabatan masing-masing.


"Ketika kami tanyakan, ada saja alasannya. Padahal Kementerian Perhubungan Darat sudah memerintahkan Kadis untuk membayar hak kami," katanya


Wismiryadi, ASN lainnya pun mengatakan Gara-gara tunjangannya tidak dibayar, keluarga Wismiryadi terpaksa berlebaran dengan kondisi yang pas-pasan.


"Mau dikasih makan apa anak-anak kami. Sementara kami butuh biaya untuk keperluan sehari-hari," pungkas Wismiryadi yang datang membawa sejumlah berkas dan dokumen.


Dalam aksi tersebut,  para pegawai ASN yang berdemonstrasi membeberkan buruknya Anthony Siahaan, Kepala Dinas Perhubungan Sumut. Anthony kerap meminta  uang setoran kepada bawahannya yang rata-rata bertugas sebagai penjaga jembatan timbang yang ada di Sumatera Utara.


"Salah satu kutipan yang jelas-jelas ada itu adalah uang Rp100 juta. Uang ini disetorkan ke Kepala Dinas agar kami tidak dipindahkan ke Kementerian," ungkap Muchsin kembali.


Kendati demikian, Muchsin mengaku terkadang harus mengutang dari kerabatnya untuk memenuhi setoran tersebut.


"Uang setoran Rp100 juta itu dikutip per-regu. Jadi, di tiap jembatan timbang itu kan ada empat sampai lima regu. Nah, kawan-kawan ini lah yang bayar sampai ngutang-ngutang," katanya


Pria paruh baya ini mengatakan, di Sumatera Utara ada sekitar 13 jembatan timbang. Tiap jembatan timbang di isi empat sampai lima regu.


"Kalian kalikan saja berapa setorannya itu. Itu lain lagi uang sekolah yang dikutip Rp 70 juta per enam bulan sekali," katanya


Namun sayang, saat wartawan pewartaonline.com mencoba masuk ke kantor Dishub Sumut, Murshit seorang security menghadang dan melarang.


"Siapapun tak boleh masuk sebelum ada izin dari Kepala Dinas Sumut, Anthony Siahaan," bentaknya


Hingga berita ini dimuat, Anthony Siahaan tidak dapat ditemui dan dihubungi. (Wendi)