Renovasi 52 Pasar Tradisional Terindikasi Ladang Korupsi

Renovasi 52 Pasar Tradisional Terindikasi Ladang Korupsi

MEDAN, POC- Sejumlah massa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Marhaenis Bersatu Sumatera Utara menyoroti kinerja Rusdi Sinuraya, Dirut PD Pasar. Sebab hingga kini pasar tradisional semakin semrawut bahkan semakin sepi.


Dalam aksi demo yang berlangsung di depan Kantor Walikota Medan, Senin (17/7/2017), massa menuding Rusdi tidak mampu memperbaiki kinerja PD Pasar sehingga renovasi 52 pasar tradisional diindikasi sebagai ladang korupsi.


Massa menyebutkan, proses renovasi pasar sangat mempengaruhi jumlah pendapatan pedagang sehingga mengalami penurunan 70 persen.


Massa menilai, Direksi PD Pasar Kota Medan selaku pembuat kebijakan tidak memiliki kemampuan dan kualitas sebagai pejabat yang seharusnya bersikap adil dan mengutamakan kepentingan masyarakat.


Penambahan kios di lantai 3 Pasar Kota yang diduga menelan biaya Rp 175 juta per kios ditengarai tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena tidak ada saluran pembuangan limbah didalamnya.


Selain itu, pengelolaan taman dalam bangunan pusat pasar banyak bermasalah. Pembelian drone diduga tidak jelas peruntukkannya, sementara masih banyak drainase tersumbat sehingga menyebabkan pasar sering banjir dan berbau tak enak. Fasilitas seperti lift tidak berfungsi sehingga mubazir dan menyia-nyiakan anggaran.


Dalam orasinya, massa LBH Marhaenis Bersatu Sumatera Utara meminta agar Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya dicopot dari jabatannya karena bekerja semena mena dan tidak sesuai undang-undang, usut kasus pungli di tubuh PD Pasar Kota Medan, usut jual beli jabatan di PD Pasar dan usut kasus penyuapan Pemko Medan yang diduga dilakukan Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya.


Dari hasil pantuan wartawan pewartaonline.com terlihat massa melakukan orasi selama hampir satu jam dan akhirnya membubarkan diri. (maria)