Festival Durian HUT Kota Medan Diduga Jadi "Ajang Bisnis"

Festival Durian HUT Kota Medan Diduga Jadi "Ajang Bisnis"
MEDAN, POC- Festival Durian untuk memeriahkan hari jadi ke-427 Kota Medan diduga menjadi ajang bisnis bagi penyelenggara Festival Durian. Pasalnya, event yang mempublis makan durian Rp 60 ribu sepuasnya itu hanya untuk satu jam saja.

Event yang dibuka sejak 6-7 Juli 2017 di Lapangan Merdeka Medan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin merasakan durian. Namun, untuk mengikuti event tersebut masyarakat harus membayar Rp60 ribu/orang dan harus segera dihabiskan dalam waktu 1 jam yang dipasok dari 3 pemasok durian terbesar di Kota Medan.

Namun, jika durian yang sudah dipesan tidak habis, maka durian boleh dibawa pulang dan akan dikenakan biayanya per kg. Untuk 1 kg durian, peserta harus merogoh kocek Rp 30.000. Peserta juga dilarang membawa minuman dari luar. Sebab panitia telah menyediakan botol kecil air mineral, selebihnya peserta bisa membelinya di tempat.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Budi Hariono saat ditanya tentang Festival Durian itu, enggan berkomentar. Ia hanya menjawab bahwa even Festival Durian, bukanlah even dari Dinas Pariwisata Kota Medan. "Itu bukan kita. Itu pihak penyelenggara yang ikut serta memeriahkan HUT Kota Medan," katanya sambil berlalu.

Direktur Utama PT Trans Kreasindo Production Didit Mahadi mengaku, harga yang ditetapkan di Festival Durian itu tergolong murah. Ia kemudian membandingkan jika masyarakat membeli durian di tiga tempat itu, harga di tempatnya bisa Rp 50.000 per buah. Lalu, lanjutnya, harga yang ditetapkan saat festival hanya Rp 60.000 per orang. "Mereka sudah bisa makan sepuasnya. Saya perhatikan, satu orang paling kuat makan durian 2 buah. Dibuat jadwal sejam agar bisa bergantian dengan yang lainnya," katanya.

Didit menyebutkan, durian yang disediakan untuk sehari mencapai 2 truk. Ia pun melanjutkan, saat ini sedang ada dua truk durian lagi yang sedang dalam perjalanan. "Kita membuat festival durian ini agar masyarakat bisa makan durian sepuasnya.

Selain itu mengenalkan rasa durian dari Medan itu berbeda dengan durian dari luar. Durian juga sekarang sebagai ajang ikon Kota Medan," katanya sembari mengatakan belum mengetahui sudah berapa jumlah masyarakat yang membeli karcis durian. (ms)