Dinilai Pengelolaan Anjlok, Massa AMP Minta Copot Dirut PD Pasar

Dinilai Pengelolaan Anjlok, Massa AMP Minta Copot Dirut PD Pasar
MEDAN, POC - Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli (AMP) Kota Medan, berunjuk rasa ke Pemko Medan, Kamis (13/7/2017). Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk meminta agar walikota segera mencopot Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya.

Permintaan ini, menurut massa, karena Rusdi‎ dinilai tidak layak memimpin PD Pasar sebab pungutan liar (pungli) meningkat. Selain itu, pengelolaan dinilai anjlok karena sumber daya manusia (SDM) Rusdi dianggap minim.

"Dirut PD Pasar juga terindikasi melakukan jual-beli jabatan, dan menerima suap. Kami meminta agar walikota menuntaskan dugaan penipuan dan penyuapan yang dilakukan ‎Rusdi untuk meraih jabatan," teriak mereka.

Massa juga menilai beberapa persoalan pasar terkesan didiamkan. Padahal itu harus diusut tuntas. Persoalan pasar seperti, penataan ruang, tempat dan penertiban para pedagang masih carut marut. Sehingga masih banyak pedagang yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan.

"Penambahan kios di lantai tiga pasar kota terindikasi memakai uang, sementara masih banyak yang belum terisi. Penambahan kios juga tanpa izin mendirikan bangunan (IMB), karena tidak ada saluran pembuangan limbah," sambung pengunjuk rasa.

Kemudian, mereka juga menuding pengelolaan taman dalam bangunan pusat pasar bermasalah. Fasilitas tidak berjalan selayaknya, sehingga terkesan mubazir.

"Pengelolaan parkir juga tidak tertib, akibatnya timbul kemacetan hampir di semua pasar tradisional di Kota Medan," bilang massa.

Selain itu tiga pasar terbengkalai, yaitu Pasar Aksara, Pasar Kampung Lalang dan Pasar Pringgan. Adanya pungutan liar diluar iuran wajib pada pedagang. Sementara iuran wajib diduga tidak masuk kas resmi PD Pasar dan surat ijin kelola pasar di malam hari tetap dikeluarkan di beberapa pasar, menimbulkan kecurigaan adanya praktek penyelewengan kekuasaan dalam lingkungan PD Pasar.

Selama hampir satu jam menyampaikan orasi, tak satu pun pejabat Pemko Medan menemui massa. Akhirnya massa membubarkan diri.

Jawaban Dirut PD Pasar Medan

Menanggapi tudingan itu, Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya memaparkan adanya permasalahan di 3 pasar yakni Pasar Aksara, Pasar Kampung Lalang dan Pasar Pringgan mengakibatkan pendapatan PD Pasar menurun.

"Seperti Pasar Aksara, pasca kebakaran lalu, pendapatan PD Pasar berkurang Rp 120 juta
Sebulan,''ujarnya saat dihubungi pewartaonline via seluler, Kamis (13/7/2017).

Disoal adanya kutipan retribusi kepada pedagang Aksara yang saat ini berjualan di badan jalan pasca kebakaran Pasar Aksara, Rusdi menegaskan pihaknya tidak ada melakukan kutipan apapun.

"Sejak Aksara kebakaran kami tidak pernah mengutip retribusi. Mungkin itu dari pemuda-pemuda setempat,''tegas Rusdi.

Lanjut dipaparkannya, penurunan PAD PD Pasar juga disebabkan Pasar Kampung Lalang sejak dirubuhkan 22 Maret lalu tak lagi beroperasi.
"Rencananya dalam bulan ini akan dibangun oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Penataan Ruang, setelah selesai dibangun baru nanti yang
mengelola PD Pasar,''jelasnya seraya menambahkan, pasca Pasar Kampung Lalang dirubuhkan, PD Pasar kehilangan omset Rp 100 juta sebulan.

Menyoal Pasar Pringgan, Rusdi menjelaskan masa pinjam pakai (BOT) yang selama ini kerjasama dengan swasta sudah habis masa kontraknya.

"Dan saat ini masih dalam perhitungan terhadap barang milik daerah yang harus diserahkan ke Pemko Medan terhadap tanah bangunan eks Pasar Pringgan. Untuk Pajak Pringgan, PD Pasar kehilangan omset Rp 40 juta sebulan," terangnya. (maria)