Cabuli Anak SD, Kuli Bangunan Simalingkar Diseret Ke Polsek

Cabuli Anak SD, Kuli Bangunan Simalingkar Diseret Ke Polsek
PANCURBATU, POC- Seorang kuli bangunan berinisial AS (28) warga Perumnas Simalingkar, harus diseret ke Polsek Pancur Batu. Pasalnya ia tega mencabuli anak tetangganya sendiri, Jumat (14/7/2017).

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (19/6/2017), berawal ketika korban, sebut saja Bunga (9) hendak pergi bermain-main dengan melintas di depan rumah pelaku.

Pelaku yang melihat korban pun memanggilnya untuk masuk ke rumahnya. Korban pun sempat menanyakan alasan mengapa ia dipanggil, pelaku pun beralasan jika anak saudaranya ada yang sedan berulangtahun dan ia ingin memberikan hadiah berupa pakaian.

Pelaku juga meyakinkan korban jika badan korban dengan anak saudaranya tersebut sama persis sehingga pelaku ingin mengukur badan korban. Lantaran masih belum mengerti apa-apa, korban pun menuruti permintaan pelaku.

Namun, hal tersebut hanya alasan semata. Sebab, ketika di dalam kamar, pelaku membuka celana korban dan menjilati serta menggesekkan kemaluannya hingga korban merintih kesakitan. Setelah puas, pelaku menyuruh korban untuk pulang dan sempat memberikannya uang untuk jajan sebesar Rp 5 ribu.

Kejadian tersebut baru diketahui setelah korban bercerita kepada orangtuanya jika kemaluannya pernah digesek-gesek oleh pelaku. Mendengar pengakuan anaknya, orangtua korban pun langsung mencari pelaku.

Setelah bertemu pelaku, orangtua korban pun langsung menyerete kuli bangunan tersebut ke Polsek Pancur Batu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dihadapan petugas, pelaku mengaku jika perbuatan tersebut terjadi lantaran ia khilaf saat melihat badan korban.

"Awalnya saya jilat kemaluannya pak, tapi korban gak ngasih dengan alasan aromanya bauk, tapi tetap saya paksa lalu saya gesek-gesek kemaluannya dengan kemaluan saya, cuma begitu aja pak gak lebih, khilaf saya pak," ucap pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, Iptu Sehat Tarigan, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan tentang adanya kejadian tersebut.

"Ya benar, kejadiannya bulan lalu namun korban baru cerita dengan orangtuanya, saat ini pelaku masih kita introgasi guna penyelidikan lebih mendalam," ujarnya.(Riz)